Latest Entries »

Percobaan Sach

II. TUJUAN

Tujuan praktikum ini adalah untuk membuktikan bahwa dalam fotosintesis dihasilkan oksigen (O2) dan untuk mengamati pengaruh cahaya dan CO2 terhadap pembentukan oksigen pada proses fotosintesis; untuk mengetahui ada tidaknya simpanan amilum dalam jaringan daun yang diberi perlakuan cahaya matahari berbeda.

III. ALAT DAN BAHAN

1. gelas arloji atau alas gelas dari keramik
2. Kompor atau pembakar Bunsen dan kaki tiga
3. panci atau gelas beker
4. iodine
5. air
6. alkohol 70%
7. aluminium foil
8. daun singkong

IV. LANGKAH KERJA

1. Pada sore hari, bungkuslah sbeagian daun singkong pada suatu tanaman singkong dengan kertas aluminium foil. Lalu biarkan terkena sinar matahari.
2. pada sore hasi keesokannya, petiklah daun-daun tersebut.
3. panaskan air secukupnya dalam gelas beker atau panci. Rebuslah daun-daun yang telah dipetik selama ± 5 menit.
4. rendam daun yang telah direbus dalam alkohol selama 3 menit atau hingga daun menjadi pucat.
5. ambil daun dari rendaman alkohol. Daun direndam dalam air kemblai agar alkohol tercuci. Tetesi daun dengan iodin pada bagian yang terbungkus kertas aluminium foil dan pada bagian yang tidak terbungkus.
6. amati perubahan warna yang terjadi. Masukkan hasil pengamatanmu dalam tabel.

V. DATA HASIL PENGAMATAN

Tabel Perbandingan Warna Daun
Warna Daun Daun Terbungkus Daun Tidak Terbungkus
Awal Hijau layu Hijau segar
Setelah direbus Hijau layu Hijau agak muda
Setelah direndam alkohol Putih Putih
Setelah ditetesi iodin Coklat kehitaman kuning

VII. KESIMPULAN

Pada praktikum kali ini ada terdapat tiga percobaan yang akan dibahas yaitu tentang fotosintesis, dan penentuan karbohidrat pada daun tumbuhan.

Fotosintesis adalah suatu proses biologi yang kompleks, proses ini menggunakan energi matahari yang dapat dimanfaatkan oleh kloropil yang terdapat dalam kloroplas. Fotosintesis selain memerlukan cahaya matahari sebagai bahan bakar juga memerlukan karbondioksida dan air sebagai bahan anorganik yang akan diproses untuk menghasilkan karbohidrat dan melepaskan oksigen.

Reaksi yang terjadi saat fotosintesis adalah :
6CO2 + 6H2O C6H12O6 + 6O2 + Energi

Dari reaksi tersebut kita dapat memperkirakan bahwa pada fotosintesis terbentuk oksigen. Percobaan pertama mencoba membuktikan hal tersebut. Hydrilla dimasukkan ke dalam gelas beaker yang terlebih dahulu telah dilengkapi dengan corong penutup dan gelas kimia, kemudian dimasukkan air yakinkan pada saat air memenuhi gelas beaker dan masuk kedalam gelas kimia tidak terdapat gelembung udara dari luar. Gelas beaker yang berisi air ini diletakkan di 2 tempat yang berbeda kadar cahaya yang bertujuan untuk memperoleh hasil gelembung yang berbeda pula jumlahnya sehingga didapatkan hubungan antara jumlah gelembung dengan kadar cahaya yang ada. Tempat yang dipilih adalah didalam ruangan dan diluar ruangan dengan cahaya yang maksimum dengan lama pengamatan bervariasi dari 5 menit, 10 menit, dan 15 menit.

Gelembung udara yang dihasilkan menandakan bahwa proses fotosintesis pada Hydrilla verticilata menghasilkan oksigen. Berdasarkan hasil pengamatan jumlah gelembung udara yang dihasilkan pada perlakuan A dalam medium air di tempat terang dalam ruangan lebih sedikit dibandingkan dengan perlakuan B yang ditempatkan diluar ruangan ditempat terbuka dengan intensitas cahaya II walaupun waktu yang digunakan sama. Hal ini membuktikan bahwa intensitas cahaya sangat mempengaruhi proses fotosintesis. Intensitas cahaya yang optimum sangat baik untuk proses fotosintesis, sebaliknya dengan intensitas cahaya yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat menghambat berlangsungnya proses fotosintesis.

Sedangkan perlakuan C yang menggunakan medium air ditambah larutan NaHCO3 yang diletakkan ditempat terang dalam ruangan menghasilkan jumlah gelembung udara yang lebih sedikit dibandingkan dengan perlakukan D yang diletakkan di luar ruangan (ditempat terbuka) yang mengunakan medium tambahan yaitu NaHO3. Hal ini disebabkan karena intensitas cahaya dan larutan NaHCO3 yang terurai menjadi NaOH dan CO2.

Selain intensitas cahaya dan kadar CO2, juga terdapat faktor lain yang mempengaruhi proses fotosintesis adalah temperatur, kadar 02, kadar air dan unsur mineral yang ada. Laju pembentukan oksigen dapat digunakan sebagai suatu petunjuk untuk laju fotosintesis yang dilakukan oleh tumbuhan.

Percobaan kedua yaitu penentuan karbohidrat pada fotosintesis pada daun tumbuhan berupa daun mangga. Percobaan ini dilakukan pada daun yang segar dan dibungkus dengan kertas karbon kurang lebih 24 jam, kemudian daun tersebut dimasukkan kedalam air panas setelah dilepas dari pohonnya yang bertujuan untuk mematikan sel-sel yang ada. Setelah direbus kemudian daun dimasukkan kedalam larutan alkohol agar klorofil pada daun tersebut larut sehingga warna daun berubah menjadi pucat, daun yang telah dimasukkan kedalam alkohol tadi kemudian dimasukkan kembali ke dalam air panas dan selanjutnya kedalam larutan JKJ dan kemudian diangkat.

Dari hasil pengamatan di peroleh bahwa warna daun setelah diberi perlakuan seperti diatas berubah menjadi pucat untuk bagian yang tertutup dengan kertas aluminium foil dan bagian yang tidak ditutup menjadi berwarna cokelat tua. Warna cokelat tua menandakan bahwa telah terjadi proses fotosintesis yang telah terbentuk amilum yang berwarna cokelat jika bereaksi dengan larutan iod (larutan JKJ). Hal ini menandakan bahwa cahaya sangat berperan dalam peristiwa fotosintesis, dimana cahaya yang diterima dengan bebas tanpa adanya suatu penghalang, maka akan membuat perubahan pada daun. Secara garis besar dapat dikatakan stomata akan berperan sebagai pengatur penguapan dalam peristiwa fotosintesis.

Diriwayatkan dari (Mujahid) : Ibn Umar berkata, “Rasulullah Saw memegang bahuku dan berkata, ‘hiduplah di dunia ini seakan-akan kamu adalah orang asing atau sebagai pengembara’”.

(perawi lain hadis ini menambahkan) : Ibn Umar berkata, “jika umurmu mencapai malam hari, maka jangan menanti pagi hari. dan jika umurmu mencapai pagi hari, maka jangan menanti malam hari. ambillah (waktu) sehatmu untuk sakitmu dan ambillah (masa) hidupmu untuk matimu” [HR Bukhari]

Soal OSN Ekologi

SOAL PEMBINAAN KOMPETENSI SISWA TAHAP III TOPIK : EKOLOGI 2 (EA) 1. Beberapa spesies semut menjaga aphids (yang menghisap cairan tumbuhan) dari predator yang menyerang aphids. Aphids menghasilkan cairan manis untuk makanan semut. Simbiosis yang tepat untuk interaksi semut dan aphids tersebut adalah a. Mutualisma b. Parasitisma c. Komensalisma d. Predasi e. Parasitisme sosial 2. Pernyataan berikut merupakan contoh dampak yang dipengaruhi kepadatan a. Perkawinan dalam keluarga mengurangi keberhasilan reproduksi spesies hewan terancam punah b. Penyebaran flu burung dalam peternakan ayam potong c. Kepadatan populasi serigala Lynx (predator) dan Hare (mangsa) di hutan Kanada. d. Penurunan populasi burung yang menjadi pemangsa predator akibat pencemaran air e. Peningkatan kecerahan air danau akibat invasi kerang yang makan dengan cara menyaring. 3. Peran ekologis manusia yang memberikan dampak buruk paling besar a. Mengkonsumsi makanan yang merupakan puncak dalam rantai makanan. b. Mengkonsumsi sayuran yang diimpor dari benua lain. c. Mengkonsumsi hanya produk pertanian dari benua lain d. Menggunakan pemanas ruangan listrik sebagai pengganti pemanas dari gas alam e. Lebih memilih berjalan kaki ke sekolah atau ke kantor dari pada naik kendaraan 4. Metana adalah gas rumah kaca yang menangkap panas 25 kali lebih besar daripada CO2 dan memberikan kontribusi pada pemanasan global. Lebih dari 12 % energi makanan yang dikonsumsi sapi dikonversi menjadi metana di usus dan dilepaskan ke atmosfir. Hasil pengamatan ilmuwan menunjukkan bahwa jika sapi mengkonsumsi antibiotik, jumlah gas metana yang dilepaskan sapi berkurang. Mereka juga mengamati bahwa bahan makanan yang sudah ada di lambung sapi yang disimpan secara anaerobik akan menghasilkan gas metana, tetapi bila bahan tersebut diaerasi maka metana tidak akan diproduksi. Jika contoh makanan di lambng sapi dipanaskan lebih dari 100°C, maka produksi metana berhenti. Pernyataan mana yang sesuai dengan hasil observasi di atas? a. Metana diproduksi oleh ensim pencernaan sapi dan ensim ini dihambat oleh keberadaan oksigen. b. Metana dihasilkan oleh bakteri di lambung sapi dalam keadaan anaerobik dan melibatkan ensim c. Metana dihasilkan oleh proses non-biologis tanpa kehadiran oksigen. d. Virus di usus sapi mengandung ensim yang menghasilkan metana secara anaerobik. e. Antibiotik yang dimasukkan ke usus sapi merusak metana yang tidak stabil jika ada oksigen atau ada pemanasan. 5. Kondisi berikut yang paling kecil kemungkinannya akibat perubahan iklim global a. Penurunan permukaan air laut mengganggu terumbu karang dan habitat pantai. b. Peningkatan frekuensi kejadian taufan ganas. c. Peningkatan kekeringan di Amerika Utara. d. Peningkatan banjir. e. Penyebaran penyakit tropis ke wilayah temperata. 6. Hal berikut tidak termasuk keuntungan metamorfosis sempurna pada insekta (misalnya pada kupu-kupu) a. Tahap larva dikhususkan untuk makan dan pertumbuhan. b. Tahap dewasa dikhususkan untuk penyebaran dan reproduksi. c. Saat pupa proses perkembangan tertunda dan organisme menjadi dorman selama periode stres. d. Dewasa lebih mudah bergerak dan mencari pasangan kawin. e. Perilaku makan individu dewasa menggunakan sumber makanan baru sehingga mengurangi kompetisi dengan larva. 7. Proses pendinginan secara evaporatif adalah pergerakan………(1) dari molekul ………….(2), sehingga ……… (3) sebagian besar panas. (Isi bagian yang kosong) a. (1) lambat (2) air (3) menambah b. (1) cepat (2) air (3) mengurangi c. (1) lambat (2) oksigen (3) menambah d. (1) cepat (2) oksigen (3) mengurangi e. (1) lambat (2) karbon dioksida (3) mengurangi 8. Pernyataan berikut menentukan laju pertumbuhan populasi a. Jumlah sumberdaya yang tersedia b. Tipe 1 grafik kelulus-hidupan c. Tipe 3 grafik kelulus-hidupan d. Laju reproduksi maksimum e. Ukuran populasi maksimum 9. Seratus tiga puluh tujuh batang tanaman jeruk di kebun Pak Ali, merupakan suatu.. a. Ekosistem b. Individu c. Komunitas d. Populasi 10. Perhatikan penyusun ekosistem berikut. 1. batu koral 5. rumput gajah 2. cacing tanah 6. pecahan kaca 3. cahaya matahari 7. rumput teki 4. bunga matahari 8. tanah Dari data-data tersebut, manakah yang merupakan komponen biotik ? e. a. 1, 3, 7 dan 8 f. b. 2, 4, 6, dan 8 g. c. 2, 4, 5, dan 7 h. d. 2, 3, 5, dan 6 11. Komponen biotik yang berfungsi untuk mengembalikan kesuburan tanah sebagai penghancur sisa-sisa makhluk hidup adalah …. a. dekomposer b. produsen c. konsumen d. karnivora 12. Dalam suatu ekosistem terdapat makhluk hidup : I. Padi, II. ayam III. ular IV. belalang V. tikus VI. elang Bagan jaring-jaring makanan yang benar adalah …. a. b. c. d. 13. Perhatikan bagan berikut ini Ayam musang Padi srigala Tikus ular Dua makhluk hidup yang bersaing untuk mendapatkan makanan yang sama adalah….. a. ayam dan tikus b. musang dan srigala c. srigala dan ular d. ayam dan ular 14. Dalam suatu daerah yang luasnya 5 x 5 meter persegi, terdapat 5 batang bunga mawar, 100 ekor semut, 15 ekor cacing tanah dan 60 batang rumput teki. Berapakah kepadatan populasi semut di daerah tersebut …. a. 15 ekor permeter persegi b. 4 ekor/ m persegi c. 10 ekor/ m persegi d. 20 ekor/ m persegi 15. Perpindahan udara (angin) selain disebabkan oleh perputaran bumi, juga disebabkan oleh adanya…. A. cahaya matahari B. perbedaan temperatur udara C. perbedaan tekanan udara D. curah hujan 16. Erosi yang menghilangkan lapisan tanah permukaan yang biasanya subur dapat dicegah dengan cara…. A. menanami permukaan tanah yang terbuka dengan tanaman B. membuka hutan untuk lahan pertanian C. menggunakan lahan yang kosong untuk pemukiman D. menebangi pohon-pohon sesuai dengan yang dibutuhkan 17. Di kota-kota besar, asap dari kendaraan bermotor merupakan faktor utama penyebab polusi… A. tanah B. udara C. air D. suara 18. Di dalam suatu padang rumput yang dihuni oleh 20 ekor kijang betina, 5 ekor kijang jantan, dan sejumlah cacing tanah yang membantu menjaga kesuburan padang rumput tersebut. Di dalam ekosistem ini, cacing tanah bertindak sebagai:… A. produsen B. konsumen II C. konsumen I D. dekomposer 19. Faktor biotik berikut bukan menjadi penyebab terjadinya perubahan kepadatan populasi adalah A. migrasi, natalitas dan mortalitas B. predasi C. stres D. bencana alam 20. Secara umum kerusakan daya dukung alam disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor eksternal disebabkan oleh manusia. Contoh dari bahan penyebab pencemaran udara yang utama adalah A. karbon monoksida dan nitrogen oksida B. sulfur oksida, dan hidrokarbon C. nitrogen oksida dan ozon D. betul semua

Hello world!

Hello….! my name is Bagus Setya Fadriyana and you can call me Bagus.